Abdullah Puteh
Dari AcehPedia
Daftar isi |
Biodata
| Nama | : Abdullah Puteh |
| Lahir | : Meunasah Arun, Aceh Timur, 4 Juli 1948 |
| Agama | : Islam |
| Ayah | : (Alm.) Tengku Haji Imam Puteh |
Pendidikan
- Sekolah Rakyat, Idi, Aceh
- SMP, Idi, Aceh
- SMA, Langsa, Aceh, (1967)
- Akademi Teknik Pekerjaan Umum (ATPUT), Bandung (1974)
- Fakultas Teknik Planologi ITB, Bandung (1984)
Karir
- Komandan Resimen Mahawarman Batalyon VI Detasemen ATPUT Bandung (1969-1971)
- Ketua Umum HMI Cabang Bandung (1970-1971)
- Ketua Biro Kaderisasi PB HMI (1971-1973)
- Anggota Majelis Pekerja Kongres PB HMI (1973-1975)
- Kepala Dinas PU Aceh Timur (1974-1979)
- Ketua KNPI Aceh Timur (1974-1978)
- Ketua Departemen Wisata Pemuda DPP KAPPI
- Ketua Departemen Koperasi dan Wiraswasta DPP AMPI (1979)
- Ketua Gema MKGR DKI Jaya (1979)
- Anggota MPR/DPR RI (1979)
- Ketua Umum DPP KNPI (1984-1987)
Alamat Kantor : DPP KNPI Jalan Tanah Abang Timur 25 A, Jakarta Pusat
Biografi
Abdullah Puteh (Meunasah Arun, Aceh Timur, 4 Juli 1948) adalah anggota DPR-RI dan anggota pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Ia memperoleh gelar sarjana pada Oktober 1984, sebulan kemudian ia terpilih sebagai Ketua Umum DPP KNPI. Insinyur Teknik Planologi Kota ini seorang putra petani yang merangkap guru agama. Ketika di SMA Langsa, ia aktif dalam Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Ia kuliah pada Akademi Teknik Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (ATPUT). Lulus sarjana muda, ia kembali ke Aceh, dan diangkat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aceh Timur.
Kesempatan melanjutkan ke ITB diperolehnya saat Puteh menjabat anggota DPR-RI mewakili Golongan Karya (Golkar) tahun 1979. Pada Pemilu 1982, ia kembali terpilih. Karirnya sejak 1979 sebagai anggota DPR/MPR, Puteh sempat menjadi Wakil Ketua Komisi V dan Wakil Sekretaris Fraksi Karya Pembangunan. Setelah tidak lagi menjabat anggota DPR, ia menjadi pengusaha. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Apjati (Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Selain itu, ia masih aktif sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Golkar. Terakhir, ia terpilih sebagai Gubernur Aceh dengan memperoleh 33 suara dari 54 anggota DPRD Aceh.
Perjalanan Hidup
Pria kelahiran Meunasah Arun, Aceh Timur, 60 tahun lalu atau bertepatan 4 Juli 1948 yang menjadi Gubernur pada periode 2000-2005, kini menjadi tahanan di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta setelah dirinya ditahan pada 7 Desember 2004.
Dirinya dituduh melakukan korupsi dalam pembelian 2 buah helikopter PLC Rostov jenis MI-2 senilai Rp12,5 miliar. Sementara pada 11 April 2005, Abdullah Puteh divonis hukuman penjara 10 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Saat vonis hakim dibacakan, Puteh berada di rumah sakit karena baru selesai dioperasi prostatnya. Segera setelah putusan tersebut dikeluarkan, Departemen Dalam Negeri memberhentikan Puteh sebagai Gubernur. Sebelumnya Puteh hanya dinonaktifkan.
Namun, meskipun begitu Abdullah Puteh termasuk orang yang paling menentukan dalam proses penyelesaian konflik di Aceh. Selaku Gubernur, dia merupakan orang paling berkuasa di daerah itu. Termasuk dalam sosialisasi sembilan pasal kesepakatan penghentian permusuhan (The Cessation of Hostilities Agreement), antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang telah didatangani 9 Desember 2002.
Abdullah menghabiskan masa kecil di Idi. Di sana pula dia menamatkan sekolah rakyat dan sekolah menengah pertamanya. Sementara masa remajanya dihabiskan di Langsa, Aceh Timur, sambil menamatkan sekolah menengah atas.
Meskipun dimanja, bungsu dari lima bersaudara itu sejak kecil belajar hidup prihatin. Sehingga dalam menambah biaya sekolah, dirinya berjualan telur di pasar atau menjajakan nasi bungkus di stasiun kereta api. Sehingga dirinya tidak dipungut bayaran di Kos, karena rajin membantu pemilik rumah.
Insinyur Teknik Planologi Kota itu bungsu dari almarhum Tengku Haji Imam Puteh, seorang petani yang merangkap menjadi guru agama. Ketika di SMA Langsa, Abdullah remaja aktif dalam Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI).
Sempat bercita-cita masuk Akabri, sebelum akhirnya memutuskan mendaftar di ITB. Berbekal beasiswa dari Gubernur Aceh waktu itu, ia berangkat ke Bandung. Sayang, ketika itu gagal masuk ke perguruan tinggi yang banyak melahirkan tokoh pergerakan itu dan akhirnya memilih kuliah di Akademi Teknik Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (ATPUT).
Setelah menjadi sarjana muda, ia kembali ke Aceh dan diangkat menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aceh Timur. Di kabupaten itu, ia sempat menjadi Ketua KNPI. Pada 1979, ia berangkat ke Senayan menjadi anggota DPR Pergantian Antar Waktu.
Begitu tinggal di Jakarta, peluangnya untuk melanjutkan ke ITB kembali terbuka lebar. Dan ia tidak mensia-siakan kesempatan tersebut. Tak peduli ia mesti bolak-balik Bandung-Jakarta. Karena, sebagai mahasiwa ITB, ia mesti kuliah di Bandung. Sementara sebagai wakil rakyat, ia mesti berkantor di Senayan.
Pada Oktober 1984, Abdullah meraih gelar sarjana teknik. Sebulan kemudian terpilih sebagai Ketua Umum DPP KNPI. Di samping itu, karirnya sebagai anggota Dewan terus berlanjut.
Setelah periode pergantian antar waktu dilalui, suami Linda Purnomo terpilih kembali sampai dua periode berikutnya, dan sempat menjadi Wakil Ketua Komisi V dan Wakil Sekretaris Fraksi Karya Pembangunan.
Setelah tidak lagi berkantor di Senayan, ia mencurahkan waktunya sebagai pengusaha. Ia juga tercatat sebagai Ketua Umum Apjati (Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia). Selain itu, ia masih aktif sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Golkar. Terakhir, pada 4 November lalu, ia terpilih sebagai Gubernur Aceh dengan mengantongi 33 suara dari 54 anggota DPRD Aceh.
Keikutserataan kali itu merupakan perjuangannya kedua kali guna mencapai kursi pimpinan. Pada suksesi Gubernur Aceh sebelumnya, ayah dua anak itu sempat dikalahkan kandidat lain, Syamsuddin Mahmud.
Periode kepemimpinannya sangat sulit, mengingat suhu konflik di tanah rencong itu makin meninggi. Puteh sendiri mengaku akan berupaya menyelesaikan konflik Aceh secara damai, adil dan bermartabat. Dan penyelesaian konflik itu, menurut pengagum Jenderal Sudirman dan John F. Kennedy ini, harus didahului dengan penyejukan.

