Adat Aceh

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Adat Aceh

Kumpulan teks ini isinya sangat beraneka ragam, sifat dan tanggal-tanggalnya berbeda-beda, dan dikumpulkan secara tidak wajar di bawah judul: adat, sebuah kata yang dapat me-nyesatkan orang. Ada empat bagian yang jelas berbeda, yaitu: 1. sekumpulan peraturan (majelis) mengenai kekuasaan raja, organisasi istana, dan lain sebagainya. Bagian pertama ini dapat dikatakan dengan alasan yang sah berasal dari zaman pe-merintahan Iskandar 4 ; 2. sebuah kronik yang hanya menyebut raja-raja satu per satu dan yang sesuai dengan yang diterjemahkan oleh Dulaurier, lertanggal akhir abad XVIII. 3. sebuah upacara yang melukiskan bermacam ragam pa-wai dan perayaan khidmat yang berlangsung selama satu tahun; bagian ketiga ini juga dapat dikatakan berasal dari zaman peme-rintahan Iskandar 1 ; 4. sebuah daftar terperinci mengenai berbagai pajak dan cukai yang dipungut dari para pedagang yang tiba di pelabuh-an Aceh atau yang meninggalkannya. Bagian ini terdiri atas tulisan-tulisan yang berasal dari abad XVII maupun dari abad XVIII. Untuk menafsirkannya diperlukan sikap yang berhati-hati sekali.

Naskah teks yang paling penting itu diperoleh pada tahun 1919 untuk India Office, dan sekarang berada di London di Perpustakaan India Office itu 2 . Braddell pada tahun 1850 menerjemahkan beberapa bagian 3 . G.WJ. Drewes dan P. Voor-hoeve telah menerbitkan faksimil pada tahun 1958 4 ; foto reproduksinya memungkinkan teks berhuruf Arab itu bisa lang-sung dibaca. Setelah sumber-sumber berbahasa Melayu itu ditinjau, perlu dipertanyakan apakah tidak ada juga sumber berbahasa Aceh. Teks-teks berbahasa Aceh sayangnya tidak menambah pengetahuan kita mengenai abad XVII. Naskah Aceh yang paling tua yang sampai pada kita dan yang menyebut tahun pe-nyusunannya, berasal dari 1713; naskah-naskah yang mungkin lebih tua terlalu sukar dipakai sebagai sumber sejarah. Hikkayat Malem Dagang merupakan kamus yang agak khusus 1 ; syair kepahlawanan yang termasyhur ini mendendangkan berbagai episode dari operasi militer Iskandar Muda melawan Malaka; akan tetapi peristiwa-peristiwa yang juga diketahui dari sumber lain, disajikan dengan cara yang bergaya roman sedemikian mpa hingga cukup kuatlah alasannya untuk mempertanyakan ipakah si pengarang benar-benar menulis pada zaman Sultan besar itu 2 ; menurut kami, teks itu tidak bisa sezaman dengan Hikayat Aceh yang sangat jelas dan cerdas itu; teks itu hanya bisa dipakai sebagai sumber untuk penelitian dongeng Iskandar.

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools