Bahaya Sikureueng

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Zaman Kerajaan Aceh Darussalam, kerajaan kecil yg takluk dibawah kekuasaan Aceh Darussalam dipimpin oleh seorang keturunan bangsawan (teuku) dengan gelar uleebalang. Kerajaan kecil tersebut mempunyai lembaga masyarakat, fungsinya adalah untuk musywarah . Sidang musyawarah dipimpin oleh uleebalang, dihadiri oleh unsur perangkat adat, ulama, tuha peuet, cerdik, pandai dan tokoh masyarakat. Sebelum membuka sidang, uleebalang terlebih dahulu membacakan ikrar janji 9 yang berisi sembilan butir perjanjian atau biasa disebut ’bahaya sikureueng’ Isi dari ikrar janji itu merupakan peringatan bagi semua peserta sidang, apabila bergaul dalam masyarakat jangan sampai melangkahi 9 janji tersebut karena akan berakibat buruk nantinya. Isi ikrar janji 9 ’bahaya sikuereueng’ 1. Hak wajeb ube diplueng 2. Bagi ngon bulueng ube di teuka 3. Tiek langkah ban laku linggang 4. Meupinggang ban laku ija 5. Tameungu ban laku tuboh 6. Tapajoh ban laku harta 7. Tajak ban lot tapak 8. Taduek ban Löt punggông 9. Tatinggong meuneurot teuga

Setelah sidang mengucapkan ikrar janji itu, maka sidang pun dibuka dengan salam dan pujian kepada Allah dan shalawat.

Adapun hadih majah sebagai pendukung bahaya sikureng seperti berikut :

Bahaya sikureuëng hana peuë sangga Cap di bate labang di papeun Hana ubah kheun siumu masa

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools