Bukhari Al-Jauhari
Dari AcehPedia
Biografi
Bukhari Al-Jauhari seorang pengarang yang bergelar Syah Alam. Beliau hidup dalam masa pemerintahan Sultan Alauddin Ri’ayat Syah Sayid al-Mukammil. Salah satu karangan beliau yang terkenal adalah Taj al-Salatin atau Mahkota Segala Raja-Raja. Kitab ini ditulis di Istana Kerajaan Aceh Darussalam pada 1012 H atau 1603 M dan menjadi pedoman penting bagi raja-raja kerajaan Islam di nusantara. Tujuan Kitab Tajussalatin disusun adalah untuk menyampaikan bagaimana seharusnya perilaku serta kewajiban raja, menteri, hulubalang, serta pembesar kerajaan lainnya dan rakyat dalam bernegara menurut tuntunan agama Islam. Dalam T. Iskandar (1995:372) terdapat pertentangan para ahli sastra Melayu mengenai biografi Bukhari al-Jauhari dan karyanya tersebut. Diantara para ahli tersebut adalah Valentijn dalam karyanya Oud en Nieuw Oost-Indien menganggapnya sebagai buku yang terbaik dalam bahasa Melayu dan menyebut pengarangnya Bukhari dari Johor. Begitu juga dengan Werndly dalam Boekzaal, Roorda Van Eysinga yang menerbitkan Taj al-Salatin dengan terjemahannya kedalam bahasa Belanda pada tahun 1827 sangat memuji karangan ini dengan mengatakan Mahkota Segala Raja-Raja sebenarnya disebut Mahkota Segala Naskah Melayu. De Hollander dalam bukunya Handleiding bij de Beoefening der Maleische Taal en Letterkunde 1845, menyebutkan pengarang Taj al-Salatin sebagai Bukhari dari Johor: jikalau nama-nama yang terdapat dalam Taj al-Salatin itu sendiri tidak harus diartikan bahwa pengarangnya berasal dari Bukhara, sebuah kota di Asia Tengah, dan seorang saudagar permata. Namun kemudian Van Ronkel dengan mengambil contoh dari huruf jawi j-w-h-r-y yang terdapat dalam kitab ini tidak dapat dipahami dan dibaca di Johor. Oleh sebab itu, tidak ada jalan lain ketika membaca jauhari dan pengarangnya sebagai Bukhari al-Jauhari. Bahkan ia membandingkannya dengan nama pengarang Parsi yang hidup beberapa abad sebelumnya. Namun dari pertentangan para ahli tersebut yang jelas adalah karangan ini ditulis untuk Sultan Alauddin Ri’ayat Syah Sayid al-Mukammil (1588-1604). Untuk memastikan karangan ini dapat dihitung dengan parkataan ghaib dalam huruf Arab. Huruf ghain bernilai 1000, ya bernilai 10, dan ba bernilai 2. Dengan demikian tahun dikarangnya Taj al-Salatin ini ialah 1012 H atau 1603 M. Tahun ini bertepatan dengan zaman kerajaan Sultan Alauddin Ri’ayat Syah Sayid al-Mukammil, yang memerintah Kerajaan Aceh dari tahun 1588 hingga tahun 1604. Walaupun Bukhari al-Jauhari hidup sejaman dengan Hamzah Fansuri namun ia tidak terpengaruh dengan gaya syair serta karya-karya Hamzah Fansuri lainnya. Bentuk sajak yang digunakan Bukhari merupakan bentuk sajak dari Parsi, seperti ruba’I, ghazal, manthawi dan kit’ah ataupun sajak Arab. Maka tidak mengherankan Bukhari dalam mengarang karyanya banyak menggunakan sumber-sumber Parsi, antara lain; Akhlak-i-Muhsini, karangan 451 H Husain Wa’iz al-Kasyifi (1494-1494), Tanbih al-Ghafilin, karangan Siraj al-Din ’Ali Khan (1489), Siyar al-Muluk, karangan Wazir Nidham al-Muluk (lahir tahun 1017-18H/1608-1609),Tuhfat al-Wuzara, Kitab al-Asrar, karangan Abu Hamid bin Abu Bakr Ibrahim Farid al-Din Attar (meninggal pada 1230), Mahmud wa Ayaz, pada waktu itu terdapat tiga versi, Fakhr al-Din ’Ali Safi (meninggal pada 1532/34), Anisi (meninggal pada 1605/6) dan Zilali (meninggal pada 1593/1615), Khusraw wa Syirin, versi terbaik karangan Fakhr al-Din As’ad Idzami, Yusuf wa Zulaikha, versi-versi Fidawsi, Abu’l-Mu’aiyad dan Bkhtyari (abad ke-10). Berikut ini cuplikan Taj al-Salatin karya Bukhari al-Jauhari
Adapun segala perkataan kitab ini yang mulia dan indah daripada pihak ghaib dating ke dalam khalwat hati, sehingga akan putus belaka kehendak kitab dan mengeluarkan dari barang yang ghaib. Lagi masa permulaan kitab ini barangsiapa yang dapat mengira-ngirai segala aksara sepatah ghaib itu dengan bilangan abjad, maka orang itu mengetahuilah pada masa mana fakir mengarang kitab ini. Maka dengarkan dan bicarakan oleh kamu sebagai kataku; ruba’i:
Naskhah ini yang dari ghaib adanya ghaib itu lagi jadikan masanya
Kiranya oleh kamu dan ingatlah kalanya Yang Taj al-Salatin itu mulanya.
