Fungsi Unsur Hara
Dari AcehPedia
Setiap mahkluk hidup pasti membutuhkan nutrien sebagai sumber energi pertumbuhan, demikian pula halnya dengan tanaman. Untuk dapat hidup dan berkebang secara baik setiap harinya tanaman membutuhkan bahan nutrsi berupa unsur hara yang dapat dikonsumsi.
Setiap jenis unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, tentunya memiliki fungsi, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam memberikan unsur hara pada tanaman tentunya sangat penting dijaga keseimbangan dan pengaturan kadar pemberian unsur hara tersebut, sebab jika kelebihan dalam pemberiannya akan tidak baik dampaknya, demikian pula halnya jika yang diberikan tersebut krang dari takaran yang semestinya diberikan.
Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan Unsur Hara
Nitrogen
Fungsi
- Penyusun Purin, Alkohid, Enzym, Zat Pengatur Tumbuh, Klorofil, Membran sel
- Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan
- Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri
- Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman
- Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun
Kekurangan Nitrogen
- Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.
- Klorosis di daun tua dan semakin parah akan terjadi juga pada daun muda
Phospor
Fungsi
- Penyusun nukleoprotein dan phospholipid
- Energi transfer
- Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman
- Merangsang pembungaan dan pembuahan
- Merangsang pertumbuhan akar
- Merangsang pembentukan biji
- Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel
Kekurangan
- Tanaman yang kekurangan unsur P gejalanya: pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil, aun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )
Potasium (Unsur yang sangat mobil)
Fungsi
- Untuk enzym activity
- Membuka dan menutup stomata
Kekurangan
- Menghambat translokasi karbohidrat dan metabolisme nitrogen
Sulfur (lebih kurang mobil dibandingkan dengan Nitrogen, Phosporr dan Potasium)
Fungsi
- Penyusun Cystine dan asam amino yang lain, biotin, Thiamin dan Coenzym A
Kekurangan
- Menyebabkan klorosis
- Gagalnya sintesis protein
- Akumulasi asam amino
Calcium
Fungsi
- Penyusun dinding sel sebagai calcium pectat / kelenturan dinding sel
- Nitrogen metabolisme
- Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
- Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit
Kekurangan
- Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.
Magnesium
Fungsi
- Molekul klorofil
- System beberapa enzym
Kekurangan
- Klorosis
|
Unsur Besi
Fungsi
- Syntesa protein chloroplast
- Enzym respirasi seperti perikosida, katalase, perredoksin, oksidase cytochrome.
Kekurangan
- Klorosis biasanya pada daerah alkali
Mangan
Fungsi
- Syntesa klorofil
- Activasi enzym
- Ketersediaan zat besi
Kekurangan
- Perubahan bentuk daun (frencling)/ khlorosis atau mati sebagian
Kelebihan
- Terjadi keracunan
Pembagian Unsur Menjadi Unsur Makro dan Mikro Nutrient
| Golongan | Unsur | Keterangan |
| Makro | C | Carbon |
| H | Hidrogen | |
| O | Oksigen | |
| N | Nitrogen | |
| P | Fospor | |
| S | Belerang | |
| K | Kalium | |
| Ca | Kalsium | |
| Mg | Magnesium | |
| Mikro | Fe | Besi |
| Mn | Mangan | |
| Cu | Tembaga | |
| Zn | Seng | |
| Mo | Molibden | |
| B | Boron | |
| CL | Klor | |
Ada beberapa jenis unsur hara atau mineral yang sangat berpengaruh pada tanaman dan unsur hara ini tergolong kedalam Mineral Essensial (penting), dimana tanaman tidak dapat hidup tanpa mineral-mineral ini :
Jumlah Relatif Unsur Hara Dalam Jaringan Kering Tanaman Yang Sehat
| No | Unsur | Kandungan (ppm) |
| 1 | Nitrogen | 20.000 |
| 2 | Potassium | 15.000 |
| 3 | Magnesium | 3.000 |
| 4 | Phosphorus | 2.500 |
| 5 | Sulfur | 2.000 |
Ketentuan kesesuaian pH pada tanah yang direkomendasikan (dianjurkan) untuk beberapa jenis tanaman
| No | Ketentuan pH Tanah | Jenis Tanaman |
| 1 | 6,0 – 6,5 | Cabe |
| 2 | 6,0 – 7,0 | Jagung |
| 3 | 6,0 – 7,0 | Bawang |
| 4 | 6,0 – 8,0 | Kacang |
| 5 | 6,0 – 7,0 | Kangkung |
| 6 | 6,0 – 7,0 | Tomat |
| 7 | 6,0 – 7,0 | Kol |
| 8 | 6,0 – 7,0 | Semangka |
| 9 | 6,0 – 8,0 | Ketimun |
| 10 | 6,0 – 8,0 | Kentang |
Ketentuan kesesuaian NPK pada tanah yang direkomendasikan (dianjurkan) untuk beberapa jenis tanaman
| No | Jenis Tanaman | Nitrogen | Phosphorus | Potassium |
| 1 | Cabe | H | H | H |
| 2 | Jagung | M | M | M |
| 3 | Bawang | H | H | H |
| 4 | Kacang | H | M | H |
| 5 | Kangkung | M | M | M |
| 6 | Tomat | H | H | H |
| 7 | Kol | H | H | H |
| 8 | Semangka | M | M | M |
| 9 | Ketimun | H | H | H |
| 10 | Kentang | H | VH | VH |
Keterangan : L = Low (Rendah); M = Medium (Sedang);
H = High (Tinggi); VH = Very High (Sangat Tinggi)
