Kabupaten Bireuen

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari
Lambang kab.Bireuen
Lambang Kabupaten Bireuen
Peta kab.Bireuen
Peta lokasi Kabupaten Bireuen

Kabupaten Bireuen adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Aceh. Menjadi kabupaten otonom sejak tahun 2000 sebagai hasil pemekaran dari kabupaten Aceh Utara. Kabupaten ini terkenal dengan julukan kota juangnya, namun sempat menjadi salah satu basis utama Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Semenjak diberlakukannya Darurat Militer sejak bulan Mei 2003, situasi di kabupaten ini berangsur-angsur mulai kembali normal, meski belum sepenuhnya. Kabupaten Bireuen juga terkenal dengan Sate Matang dan Keripik Pisang yang gurih.

Daftar isi

Letak Geografis & Batas Administrasi

090 20’ – 970 21 BT dan 40 54’ – 050 18’ LU

Kabupaten Bireuen yang terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 48 Tahun 1999 dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 48 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Simeulue (Lembar Negara Tahun2000 Nomor 75, Tambahan Lembar Negara Nomor 3963). Kabupaten ini memiliki Luas wilayah 1.901,21 Km2. Pada Tahun 2006, secara administratif Kabupaten Bireuen ini terdiri dari 17 Kecamatan , 70 Mukim serta 559 Desa dan 2 Kelurahan. Jumlah penduduk pada Tahun 2006 sebanyak 354.763 jiwa yang terdiri dari 174.258 laki-laki dan 180.505 perempuan dengan rasio jenis kelamin sebesar 0,97 atau dengan kata lain pada setiap seratus penduduk perempuan terdapat 97 orang. Rata-rata kepadatan penduduk untuk setiap kilometer persegi adalah 187 jiwa. Kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk yang terendah adalah Pandrah 83 jiwa perkilometer persegi sedangkan kepadatan yang tertinggi terdapat di Kecamatan Peusangan yang mencapai 43.625 jiwa perkilometer persegi dan hampir seluruh penduduk Kabupaten Bireuen beragama Islam yakni mencapai 99,58 persen.

Seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi, pendapatan regional perkapita juga mengalami peningkatan. Berdasarkan harga berlaku, pada Tahun 2006 pendapatan regional perkapita Bireuen mencapai 7.670.272,74 rupiah yang mengalami peningkatan sebesar 9,72 persen di banding tahun lalu. Rata-rata pendapatan regional perkapita Kabupaten Bireuen relatif membaik.

Pemerintahan

Nama Bupati : Drs. Nurdin Abdul Rahman
Nama Wakil Bupati : Drs. Busmadar Ismail
Nama Ibukota : Bireuen
Luas Wilayah : 1.901.21 Km (190.121 Ha)
Jumlah Penduduk : 350.504 Jiwa
Jumlah Desa : 539 Desa
Jumlah Kelurahan : 2 kelurahan
Jumlah Kecamatan : 17 kecamatan

Kecamatan

1. Gandapura

2. Jangka

3. Jeunib

4. Jeumpa

5. Juli

6. Kota Juang

7. Kuala

8. Kuta Blang

9. Makmur

10. Pandrah

11. Peudada

12. Peusangan

13. Peusangan Selatan

14. Peusangan Siblah Krueng

15. Peulimbang

16. Samalanga

17. Simpang Mamplam


Pakaian Adat Aceh

Baje ( Pakaian ) Aceh merupakan busana tradisional yang dilengkapi dengan aksesoris. Aksesoris untuk perempuan adalah Baju berwarna merah, sanggul tegak di tengah kepala yang di hiasi dengan Colok o'ek (tusuk Konde)/mahkota, memakai selendang dari kain tenun songket, celana panjang berwarna hitam yang di atasnya dililit sarung songket merah sebatas lutut . Aksesoris untuk laki-laki adalah baju khas aceh berwarna hitam memaki Topi Meuketop yang menghias kepala, celana panjang warna hitam yang di atasnya dililit kain songket warna merah yang pada pinggang terselip sebilah rencong.


Rumah Adat

Rumah Aceh adalah rumah adat Aceh yang khas dengan bentuk ukiran ornanien Aceh. Rumah Adat antar satu Kabupaten dengan Kabupaten lainnya dalam Provinsi NAD secara kasat mata sama, tetapi bila diteliliti dari seni ukiran yang menghiasi rumah terdapat perbedaan yang nyata.

Karena menyimpan makna sejarah, rumah adat ini menjadi salah satu objek wisata yang ramai di kunjungi wisatawan.


Tugu Batee Krueng

Bate Krueng adalah nama salah satu batalyon TII dibawah pimpinan Abdul Hamid atau yang lebih dikenal pada,saat itu (Ayah Hamid). Batalyon ini pada masa itu bermarkas di daerah Juli dengan wilayah penguasaan lingkup kewedanaan Bireuen. Dengan bersatunya TII dalam NKRI yang penuh martabat untuk mengenang namanya oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen di lambangkan dengan sebuah batu besar yang diambil dari pedalaman Juli dan disandingkan dengan tugu Bungong Jeumpa tepatnya di alun-alun kota Bireuen atau depan Meuligoe Bupati Bireuen.


Tugu Bungong Jeumpa

Tugu ini merupkan titik sentral perjuangan masyarakat kabupaten Bireuen dalam mengusir penjajah dari bumi Serambi Mekkah. Tugu ini sejak berdiri telah mengalami renovasi untuk penyesuaian dengan kondisi bangunan pertokoan. Tugu ini berdiri megah di areal alun-alun Kota Bireuen tepatnya di depan Meuligoe -Bireuen


Sumber

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools