Kardy Said
Dari AcehPedia
Kardy Said Lahir di Pariaman (Sumatera Barat) pada 11 Desember 1956. Selesai menamatkan Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota kelahirannya, ia melanjutkan studi di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Banda Aceh (1977-1980). Seusai kuliah, langsung diangkat sebagai Kepala Bagian Humas (PR) kantor Bupati kabupaten Aceh Besar. Tahun 1983-1986, mendapat beasiswa pemerintah melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara (STIA-LAN RI) di Jakarta. Seiring dengan itu, ia juga mengikuti studi di Fakultas Film dan Televisi di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) 1985-1990. Mengenal kesenian, sejak
bergabung dengan Teater PARIS bersama Sutan Iwan Soekri Munaf, tahun 1975. (1976-1990) Rajin menulis puisi, cerpen, esai di berbagai harian/majalah yang terbit di Padang (Haluan), Medan (Waspada, Analisa,Dunia Wanita), Banda Aceh (Atjeh Post, Palapa, Peristiwa, Duta) dan Jakarta (Suara Karya, Terbit, Pos Film).
Pelopor Teater modern di Aceh dengan mendirikan Teater Kuala (1976-1979 dan Teater Aremba (1979-1983). Selama 14 tahun di dunia pers, pernah tercatat menjadi wartawan : Atjeh Post (Banda Aceh), Waspada, Analisa (Medan), Jurnal Ekuin, Pos Film, Suara Karya (Jakarta). Aktif sebagai pengurus di berbagai organisasi sosial di Banda Aceh dan Jakarta, seperti organisasi seniman, teater, Muhammadiyah dan Jurnalistik(1977-1991). Tahun 1984-1995, mendirikan dan memimpin Teater Suaka Jakarta yang telah melakukan puluhan kali pementasan drama di gadung-gedung teater terkemuka Jakarta.
Sejak tahun 1991, memutuskan berhenti menjadi reporter dan mengkhususkan diri di bidang Sinetron, sebagai sutradara, penulis skenario dan produser kreatif. Sutradara/Penulis Naskah Teater : Sirkuit Kemelut, Umar Ibn Khattab, Rebana Bunga Laut, Perguruan, Bianglala, Neraka Front Tiga Lingga, Hujan Keris, Perkawinan, Ayahku Pulang, Pengadilan Putra Mahkota, Manusia Terakhir, dan puluhan pementasan kecil, seminar, diskusi dan pameran kesenian. Antologi Puisi : Lagu Duka Bocah Pantai (1981), Gaung Luka (1986); Antologi Bersama : Kami Koma Kamu (1979), Kandil (1981), Penyair Aceh (1988), Trotoar (1986); Buku Bersama : Layar Perak (1990); Sutradara /Penulis Skenario Sinetron: Maulid Rasul (TPI-1991), Tadarus Bulan Suci (1990), Pulanglah Si Anak Hilang (6 episode, TPI,1992), drama instruksional Fotografi (19 eps, TPI, 1992), Sang Primadona (6 eps, TPI, 1995), Melati Mekar Setaman (5 eps, TPI, 1996).
