Kesultanan Aceh

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Aceh pada zaman kerajaan di bawah kepemimpinan kesultanan. Kesultanan Aceh berdiri menjelang keruntuhan kerajaan Samudera Pasai dengan dengan Sultan pertamanya, Sultan Ali Mughayat Syah (1496-1528).

Dalam sejarahnya yang panjang itu (1496-1903), Kesultanan Aceh mengalami masa keemasan pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Pada masa kepemimpinannya, Aceh telah berhasil memukul mundur kekuatan Portugis dari selat Malaka. Kesultanan Aceh telah mengukir masa lampaunya dengan begitu megah dan menakjubkan, terutama karena kemampuannya dalam mengembangkan pola dan sistem pendidikan militer, komitmennya dalam menentang imperialisme bangsa eropa, sistem pemerintahan yang teratur dan sistematik, mewujudkan pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan, hingga kemampuannya dalam menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara lain.

Pada tahun 1641 Kesultanan Aceh mengalami kemunduran yang bermula sejak kemangkatan Sultan Iskandar Tsani. Kemundurannya disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya ialah makin menguatnya kekuasaan Belanda di pulau Sumatera dan Selat Malaka, ditandai dengan jatuhnya wilayah Minangkabau, Siak, Deli dan Bengkulu kedalam pangkuan penjajahan Belanda. Faktor penting lainnya ialah adanya perebutan kekuasaan diantara pewaris tahta kesultanan.

Sumber

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools