Lamno

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari
Lamno adalah ibukota kecamatan Jaya. Kota ini sangat indah dan makmur. Di kota Lamno terdapat makam pahlawan Poeteumeureuhom yaitu seorang ulama yang memiliki keramat dan dapat mendatangkan berkah bagi masyarakat sekitar. Makam ini terletak di tepi laut yang tak jauh dari kota Lamno. Pada hari Idul Adha, banyak masyarakat Lamno mengunjungi makam tersebut dan melepaskan nazar Peuleuh Kaoi. Menurut cerita masyarakat sekitar, penduduk desa ini memiliki keturunan dari Portugis. Hal ini terlihat banyaknya masyarakat yang bermata biru.

Sejarah Lamno

Portugal Bangun Puskesmas Dan Madrasah Di Lamno Warta - Aceh Negara Portugal melakukan peletakan batu pertama pembangunan satu unit Puskesmas plus dan dua unit sekolah madrasah, masing-masing Aliyah dan Tsanawiyah di Lamno, Aceh Jaya, Selasa (20/11). Lamno, WASPADA Online

Negara Portugal melakukan peletakan batu pertama pembangunan satu unit Puskesmas plus dan dua unit sekolah madrasah, masing-masing Aliyah dan Tsanawiyah di Lamno, Aceh Jaya, Selasa (20/11).

Pembangunan ketiga fasilitas publik itu menelan biaya senilai Rp7,9 miliar. Peletakan batu pertama pembangunan Puskesmas dilakukan di Desa Glee Putoh serta pembangunan Madrasah Aliyah di Desa Leupee, keduanya masih dalam Kecamatan Jaya.

Peletakan batu pertama itu, Portugal diwakili Direktur Recovery Aceh-Nias Trust Fund (RANTF), Nazmiyah Sayuti, Deputi BRR Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Peran Perempuan BRR, Cut Cayarani Bitai dan Wabup Aceh Jaya serta Kadis Pendidikan Aceh Jaya.

Pimpinan Ponpes Nuha, Lamno, Tgk. Faisal, selain menyampaikan terima kasih juga mengatakan, bantuan itu wujud kesinambungan sejarah antara Lamno dengan Portugis. Seperti diketahui, banyak keturunan Portugal atau di masa lalu disebut Portugis, hidup turun temurun di Lamno.

Bahkan, Wabup Aceh Jaya, Tgk. Zamzami A. Rani mengatakan, momen ini dapat menjadi momentum bersejarah karena komitmen dan nilai historis masa lalu tentang kehadiran bangsa Portugis di Bumoe Meureuhom Daya. "Bangsa Portugis pertama kali menjejakkan kaki di Lamno, tepatnya di Desa Kuala Daya," katanya.

Menurut A. Rani bantuan ini sekaligus menyambung tali sejarah yang pernah terentang antara Lamno dan Portugis dan meminta masyarakat setempat agar mendukung program tersebut untuk percepatan pembangunan kembali fasilitas umum di daerah itu.

Duta Besar Portugal yang semula dijadwalkan hadir, namun batal datang. Sambutan tertulisnya dibacakan Direktur Recovery Aceh Nias Trust Fund (RANTF) Nazmiyah Sayuti. Ia berharap proses ini dapat berjalan sebagaimana telah dijadwalkan.

Pembangunan satu unit puskesmas dan dua sekolah madrasah itu dijadwalkan akan selesai pada Juli 2008. Selain bangunan dua lantai, Puskesmas itu juga akan dilengkapi peralatan medis dengan biaya keseluruhan senilai Rp3,5 miliar.

Sedangkan untuk pembangunan madrasah Aliyah yang rencananya dibangun dua lantai menelan biaya Rp3,3 miliar dan Madrasah Tsanawiyah senilai Rp1,1 miliar.


Sumber

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools