Landok Alun
Dari AcehPedia
Landok Alun, Landok = menari ; alun = pelan-pelan. Landok Alun menari dengan gerakan lambat, atau dikenal juga dengan julukan tari alas yang sangat sensitif, dimainkan oleh kalangan pemuda (laki-laki). Landok Alun dimainkan dalam posisi berdiri dan pada saat inilah kita jumpai kata alun (lambat). Alun berarti gerakannya melambat ibarat bagai daun kering yang dihembus angin. Ruang gerak tarian Landok Alun ini tidak jauh berpindah-pindah.
Menurut sejarah, Landok Alun berawal tatkala masyarakat mencari dan menemukan lahan pertanian/perkebunan yang lokasinya sangat luas, rata dan mudah mendapatkan air untuk diolah menjadi lahan persawahan atau kolam. Dalam penyisiran perjalanan maka lahan yang dicari berhasil ditemukan seperti kata pepatah pucuk dicinta ulam pun tiba. Disitulah penyisir menghempas-hempaskan kaki dan melambai-lambaikan tangan serta saat menepuk–nepuk sambil seperti mengucap kata seperti kata gurindam yang syairnya bersambung bagaikan pantun tanda kegembiraan yang tiada duanya. Setelah pulang ke kampung maka teman seperjalanan bercerita mulai dari awal perjalanan hingga pada kisah kegembiraan dan keberhasilan mereka.
Semua yang mendengar terpukau dan merasa terhibur atas peragaan yang disajikan secara berulang-ulang serta di ulus-ulus menjadi sebuah tarian. Saat ini Landok Alun sering dimainkan oleh peserta minimal 4 orang, dimana pesertanya memakai baju adat demikian halnya dengan si pembawa syair.
