Lingkungan Laut

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Daftar isi

Faktor-faktor Lingkungan Kelautan

Sifat dari lingkungan kelautan adalah selalu berubah dan dinamik. Perubahan laut ada yang bersifat lambat seperti datangnya jaman es memakan waktu ribuan tahun. Ada juga yang berubah dengan cepat seperti datang nya hujan badai yang membawa Lumpur dari darat dan mengalirkan endapan ke laut. Perubahan yang terjadi akan baik bagi suatu kehidupan dan buruk bagi kehidupan yang lain. Karena dinamika akan berubah maka akan terus merubah lingkungan laut dan makhluk hidupnya. Adapun factor-faktor lingkungan yang banyak mempengaruhi kehidupan di laut adalah gerakan air, suhu, salinitas dan cahaya.

Gerakan Air

Gerakkan-gerakan air laut dapat disebabkan oleh beberapa factor seperti angin yang berhembus diatas permukaan laut, pengadukan yang terjadi karena perbedaan suhu air dari dua lapisan, perbedaan tinggi permukaan laut, pasang surut, dll. Gerakan air laut ini sangat penting bagi berbagai proses alam laut, baik biologis maupun non biologis. Gerakan air laut ini di kenal sebagai arus, gelombang, permukaan massa air (upwelling), tenggelaman massa air (downwelling).

  • Arus

Arus merupakan pencerminan langsung dari pola angin yang tertiup pada waktu tertentu.Arus permukaan laut digerakkan oleh angin dan air lapisan bawah ikut terbawa. Gaya coriolis yaitu gaya yang disebabkan oleh adanya perputaran bumi sehingga arus dilapisan permukaan laut berbelok ke kanan dari arah angina dan arus dilapisan bawahnya akan berbelok lebih ke kanan lagi dari arah arus permukaan. Ini terjadi di belahan bumi utara, dibelahan bumi selatan terjadi sebaliknya. Makin dalam lapisan air maka penyimpangan arus permukaan semakin besar, ke kanan di sebelah bumi utara dan kiri disebeklah bumi selatan dan kecepatannyapun semakin berkurang sehingga membentuk yang dikenal dengan spiral ekman. Jika terjadi pembuyaran arus permukaan, maka akan terjadi naiknya massa air laut dari bawah laut ke lapisan permukaan (upwelling). Apabila terjadi pemusatan air permukaan keadaan sebaliknya yang akan terjadi disebut dengan down welling.

  • Pasang Surut
Terjadinya Pasang-surut air laut.
Terjadinya Pasang-surut air laut.
Gejala laut yang sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan biota laut adalah pasang surut (pasut) khususnya diwilayah pantai. Pasang surut terjadi pertama-tama disebabkan oleh gaya tarik bulan. Bumi berputar bersama kolom air dipermukaan dan menghasilkan dua kali pasang dan dua kali surut dalam 24 jam. Berbagai pola gerakan pasut ini terjadi karena perbedaan posisi sumbu putar bumi dan bulan.

Gaya tarik serupa terjadi oleh matahari, tetapi kurang kuat dibandingkan dengan gaya tarik oleh bulan. Gaya tarik berbeda-beda tergantung pada letak permukaan bumi sehingga partikel-partikel tertentu akan tertarik lebih jauh daripada partikel-partikel lain. Dengan demikian air pasang terjadi bersamaan di dua wilayah permukaan bumi yang berlawanan. Pasang terbesar dan surut terendah terjadi akibat posisi bulan, matahari dan bumi hampir terlertak pada satu poros/sumbu.

  • Gelombang

Prinsip timbulnya gelombang disebabkan oleh dorongan angin permukaan air dan tekanan tangensial partikel air. Angin yang bertiup dipermukaan awalnya menimbulkan riak gelombang (ripple), kemudian angin berhenti maka riak gelombang hilang dan permukaan laut kembali tenang. Apabila angina bertiup lama maka riak gelombang membesar walaupun angina berhenti bertiup, selanjutnya gelombang akan berhenti jika telah meninggalkan wilayah sumber angina bertiup.

Gelombang yang menuju pantai akan pecah disebabkan karena kedangkalan air disekitar pantai. Gelombang umumnya akan pecah 1,3 dari tinggi gelombang. Gelombang yang tingginya 3 meter jika melewati perairan dengan kedalaman 4 meter akan terjadi gelombang pecah. Pada daerah pantai yang landai gelombang akan pecah perlahn dan menggulung keaarah pantai, jika daerahnya terjal gelombang akan membumbung ke atas dengan tiba-tiba dan segera pecah.

Salinitas

Menurut teori, zat-zat garam berasal dari proses outgassing, yaitu rembesan kulit bumi didasar laut berbentuk gas kepermukaan dasar laut. Hasil kikisan kerak bumi terlarut dengan gas dari kulit bumi dasar laut dan air sehingga menghasilkan garam di laut. Zat terlarut yang membentuk garam yang diukur sebagai salinitas adalah CI, Na, SO4, dan Mg. yang merupakan kontinuen utama sebesar 99,7% dari jumlah zat terlarut dalam air laut, sisanya 0,3% walaupun jumlahnya sedikit dapat mempengaruhi kehidupan di laut dan sebaliknya kepekatan zat ini ditentukan oleh aktifitas kehidupan laut.

Suhu dan Densitas

Umumnya ada hubungan tak lansung antara suhu dan densitas, karena adanya ganguan atom-atom dalam molekul air. Kenaikan sushu menurunkan densitas air laut dan menambah daya larut air laut. Air murni dapat beku pada suhu 0 derajat Celsius, karena ada pengaruh dari densitas dan salinitas air laut masih dapat cair pada suhu 0 derajat Celsius. Pada permukaan air laut membeku pada suhu -1,9 derajat Celsius. Kapasitas menahan panas air laut dari air laut dan sirkulasi massa air laut menjadikan laut sebagai pompa panas raksasa. Panas dari matahari akan menghangatkan pada permukaan lintang rendah di bumi. Oleh sirkulasi permukaan air laut akan mengngkut panas ke lintang yang tinggi yang seharusnya dingin akan menjadi panas seperti daerah eropa. Penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli menyatakan posisi Indonesia merupakan posisi penentu dalam mengontrol iklim global dan dunia yang bersumber pada arus lintas Indonesia dari samudera pasifik menuju samudera hindia dan atlantik.

Cahaya

Cahaya matahari merupakan komponen dasar substansi kehidupan. Beberapa jenis alga laut membutuhkan matahari sebagai mediator dalam pelaksanaan proses fotosintesis atau assimilasi. Penyerapan carbon dioksida dalam kolom air laut merupakan suatu proses siklus karbon yang ada di bumi, karbon juga merupakan salah satu komponen yang penting dalam siklusnya, tanpa carbon bumi akan membeku dan akan membuat beberapa makhluk hidup tidak dapat bertahan secara kontinu.

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools