Matinya Ikan Krueng Lamnyong
Dari AcehPedia
Matinya ribuan ikan di Krueng Lamnyong, Banda Aceh masih belum jelas karena saat ini belum adanya penelitian lebih lanjut.Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh sebuah LSM yang peduli terhadap lingkungan menyatakan lembaganya akan meneliti untuk mengetahui penyebab kematian ikan tersebut, agar tidak menimbulkan korban jiwa dari masyarakat.
"Kita akan meneliti kematian ikan tersebut karena di Banda Aceh dan Aceh Besar ikan mati dalam jumlah yang sangat banyak tersebut merupakan kejadian yang langka," sebut Direktur Walhi Aceh, Bambang Antariksa yang dihubungi The Globe Journal.
Bambang menyebutkan ikan tersebut bisa saja mati karena keracunan atau karena perubahan cuaca, sehingga penelitian harus segera dilakukan,.
"Karena jika ikan tersebut mati karena keracunan dan dikonsumsi oleh masyarakat maka tidak tertutup kemungkinan masyarakat yang
mengkonsumsi ikan tersebut juga akan keracunan," ungkap Bambang.
Salah seorang staf Walhi Aceh, Oki Kurniawan yang melihat langsung ikan tersebut mati mengaku telah mengambil sampel dan akan segera memeriksa ke laboratorium untuk diketahui penyebab kematian ikan Belanak, Seuwik, ikan Teri dan beberapa jenis ikan lainnya.
"Saya sendiri bingung kenapa bisa terjadi seperti ini, karena jika diracun oleh seseorang tidak mungkin ikan bisa mati sebanyak ini dan racun yang dibutuhkan juga tidak sedikit," ungkap Oki.
Pantauan The Globe Journal, akibat banyaknya ikan yang terapung didalam Krueng Lamnyong menyebabkan pengunjung yang biasanya ramai berlibur ke pinggir sungai tersebut sudah tidak terlihat.
"Biasanya banyak anak-anak yang berenang didalam sungai ini, namun sejak banyak ikan yang mati anak-anak sudah tidak lagi berani mandi disini ditambah lagi air dalam sungai sudah bau busuk," sebut Indra salah seorang warga.\
--Okie 07:40, 7 Mei 2011 (UTC)Syauqie
Sumber
[[1]]
