Nalam
Dari AcehPedia
Nalam merupakan seni sastra tradisional Aceh dalam bentuk puisi yang dipengaruhi oleh sastra Arab, Nazm. Seni sastra ini juga dikenal dengan Rajat (Arab: rajaz). Adapun bentuk puisi ini secara tipografi 6 atau 4 kaki larik dalam satu baris. Tiap kaki larik berisi 4 suku kata, jadi memuat 24 suku kata dalam selarik. Akan tetapi ada pula bentuknya yang hanya memuat 4 kaki larik saja dalam satu baris, terdapat 16 suku kata, jenis ini tidak begitu banyak terdapat. Karena persajakannya terdapat pada akhir masing-masing paroh larik, menjadikan nalam mirip dengan ikatan puisi yang terdiri atas dua larik sebait, apabila paroh lariknya disejajarkan susunannya.
Daftar isi |
Nalam 6 Kaki Larik
Jenis nalam yang terdiri atas 6 kaki biasanya isinya sangat khusus, berisi tentang ajaran agama. Puisi ini dibawakan oleh anak-anak secara bersama-sama di meunasah dengan berirama untuk menghafalkan ketentuan-ketentuan ajaran agama yang wajib diketahui seperti rukun iman, rukun Islam, dua puluh sifat Tuhan, dan lain-lain. Berikut ini contoh nalam mengandung ajaran agama yang mempunyai 6 kaki larik, dipetik dari Nalam Rukon Lhee Blaih. Garis miring (/) tanda kaki larik, garis miring (//) tanda persajakan pada paroh larik yang merupakan ciri persajakannya yang khas.
Contoh Nalam 6 Kaki Larik
Wahe ureueng / nyang seumayang / tadeungo lon //
Seumayang gata / limong watee / padum rukon //
Rukon teuma / kheun ulama / ahloy pikah //
Watee limong / pham beu keunong / rukon lhee blaih
(wahai orang yang sembahyang dengarkan hamba,
Sembahyang anda lima waktu berapa rukunnya
Rukunnya itu kata ulama ahlul fiqah,
Waktu lima pahamilah tiga belas rukunnya).
Nalam 4 Kaki Larik
Adapun nalam dengan 4 kaki dalam satu larik biasanya diselang-seling susunannya dengan larik berbahasa arab yang dijelaskan artinya secara interlinear dalam larik berbahasa Aceh – Jawi. Berikut ini contoh nalam dipetik sepasang larik dimaksud dari Abeuda’u Cheh Mareuduki Nalam Basa Jawoe (makna nalam bahasa Jawi gubahan Syekh Marzuki)
Contoh Nalam 4 Kaki Larik
Tsumma a-salata wa s-salamu sarmada ‘ala n-nabiyyi khayri man qad wa h-hada
Kemudian seulaweuet seureuta saleuem beukeukaylan, ateueh nabi sebaek ureueng mentauhidkan.
Nalam Bentuk Pribahasa
Ada juga nalam dalam bentuk pribahasa, yang hampir mirip dengan bentuk gurindam, bedanya terletak pada lariknya yang sering tidak berupa kalimat majemuk yang sebab-akibat sebagaimana layaknya gurindam. Berikut ini kita lihat contohnya dari Himponan Hadih Maja
Contoh Bentuk Pribahasa
Leumoh leumbut meunurot mubahgia
Krang-ceukang bantahan pangkay cilaka.
