Pekan Kebudayaan Aceh

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari
Logo PKA 5
Logo PKA 5

Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) adalah kegiatan budaya yang diadakan secara berkala, bertujuan sebagai ajang memperkenalkan budaya dan seni Aceh ke lokal dan internasional.

Seperti pekan kebudayaan lainnya, budaya lokal yang tergerus oleh zaman mesti diberi ruang untuk terus berkreasi. Mewarisi ke anak cucu penerus adalah hal vital untuk terus melestarikan budaya lokal. Tanpa ada ruang seperti Pekan Kebudayaan Aceh, mustahil kultur lokal bisa bertahan (survive) di tengah gempuran globalisasi.

Daftar isi

Sejarah Pekan Kebudayaan Aceh

Presiden Susilo Bambang Yudhono Membuka Pekan Kebudayaan Aceh ke 5 (PKA) di Stadion Dhimurtala
Presiden Susilo Bambang Yudhono Membuka Pekan Kebudayaan Aceh ke 5 (PKA) di Stadion Dhimurtala

Pekan Kebudayaan Aceh adalah warisan pendahulu yang masih lestari. Sejak 1958, acara ini pertama kali digelar. Lalu, disusul pada 1972, 1988, 2004, dan terakhir 2009. Tujuan utamanya visioner yaitu merekatkan persatuan. Melalui budaya, diharapkan persatuan warga Aceh bisa mendapat titik temu. Selain itu, dampak positif lainnya adalah untuk memperkenalkan kebudayaan aceh yang beragam.

Acara yang Berlangsung di Pekan Kebudayaan Aceh

Pameran

Pameran ini diisi oleh peserta Pekan Kebudayaan Aceh yang berjubel banyaknya. Ketika dulu mayoritas diisi oleh peserta lokal, sekarang peserta dari negara lain juga turut serta mengisi acara.

Pawai budaya

Seperti pawai budaya pada umumnya, ajang memperkenalkan budaya dengan acara pawai.

Anugerah budaya

Acara yang satu ini adalah penghargaan yang diberikan kepada tokoh yang dianggap berjasa dalam pengembangan budaya.

Renungan malam budaya

Ruang untuk berintrospeksi, evaluasi, dan rencana aksi selanjutnya dalam pengembangan budaya. Selain itu juga terdapat beberapa acara seperti :

  • Pasar wisata dan seni
  • atraksi budaya
  • permainan rakyat
  • tour wisata dan lain-lain.

Pekan Kebudayaan Aceh Ke-5

Pekan Kebudayaan Aceh terakhir kali dilangsungkan di Kota Banda Aceh pada 1-11 Agustus 2009. Kali itu, Presiden Susilo Bambang Yudhyono membuka acara secara langsung. Pekan Kebudayaan Aceh ke-5 tersebut juga diramaikan oleh 5 negara, yaitu China, Austria, Malaysia, Jerman, dan Korea Selatan.

Sebagai gambaran ramainya acara, ketika itu, panitia Pekan Kebudayaan Aceh telah menyebar 2000 undangan. Bisa terbayang, bagaimana meriahnya Pekan Kebudayaan Aceh.

Melalui acara ini, budaya aceh yang beragam diharapkan bisa terangkat ke panggung nasional maupun internasional sehingga Aceh bisa dilirik sebagai kota yang memiliki historis kultural tinggi.

Sumber

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools