Pengguna:Hermankhan
Dari AcehPedia
ia adalah Hermansyah seorang filolog dan pemerhati sosial budaya berasal dari Blang Pulo, Lhokseumawe (Pasee), sebuah desa kecil diatas pipa gas bumi dan dipinggiran proyek megah PT. Arun LNG.
Pria kelahiran tahun 5 Mei 1980 dari keluarga sederhana memiliki enam bersaudara, ayahnya seorang Teungku dan tokoh agama serta ibunya dari keturunan Teungku Sa'id.
Masa kecilnya dipenuhi di kampung dan pesantren, pendidikan formal MTsN dan MAN di Pesantren Modern Misbahul Ulum (PMMU) yang baru berdiri pada tahun 1993, Paloh Kec. Muara Satu Lhokseumawe. Prestasinya sudah terukir sejak disini, menjadi juara berbagai even dan tingkat, tahun 1996 ia menjadi juara 1 Kaligrafi Islam tingkat provinsi di Banda Aceh.
Pada tahun 1999 ia hijrah ke India untuk melanjutkan study di perguruan tinggi, pendidikan S1 (BA) di Nadwatul Ulum Lucknow dan S2 (M.Th) di Aligarh Muslim University (AMU) diselesaikan dalam jangka waktu tidak sampai 6 tahun lamanya. Maka menjadi alumni negeri Hindustani kemudian ia dikenal dengan Hermankhan.
Berbagai pengalaman ia peroleh disana, melintang cakrawala dan berpetualang dari berbagai kehidupan, mulai dari menjadi seniman, dekorator organizer sampai kepada Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) KPU RI 2003-2004 di New Delhi. Sedangkan pengalaman organisasi ia aktif dan
kembangkan di Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) India. Sekembalinya dari luar negeri tahun 2006, pada tahun yang tulisannya terpilih dalam kejuaraan lomba karya ilmiah perdamaian yang diadakan Sekolah Menulis Dokarim, Banda Aceh. Kemudian diterbitkan dalam bentuk buku dari beberapa kumpulan artikel penulis lainnya berjudul 'Sepuluh Cermin Merah' diprakarsai oleh Dokarim.
Selain mengajar di perguruan tinggi, ia juga terlibat dalam berbagai NGO di Aceh khusus untuk program pasca konflik dan perdamaian, kerjasama UNDP-Bappenas dengan Pemda Aceh dalam program reintegrasi dan impelementasi MoU Helsinki.
Pada tahun 2009 ia menekuni dunia manuskrip dan pernaskahan (naskah kuno), bidang yang terabaikan di Aceh padahal gudangnya pernaskahan sejak zaman dahulu yang diwariskan oleh endatu kepada generasi sekarang. Melalui program Puslitbang Lektur Depag Jakarta ia mendalami bidang ini di Jakarta, ia fokus kepada naskah Aceh dan Melayu (Nusantara) dengan berbagai usaha untuk memberikan perhatian kepada Pemda Aceh dan masyarakat pentingnya memelihara khazanah dan mengkaji 'rahasia' karya-karya terdahulu dalam manuskrip.
