Peran Pertanian Dalam Kelestarian Lingkungan

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Pertanian secara tradisional merupakan bidang usaha yang bertujuan untuk menghasilkan kebutuhan hidup seperti makanan, serat, makanan ternak dan bahan-bahan baku untuk industri.  Bidang usaha ini berciri utama penggunaan sumber daya alami seperti tumbuhan, tanah, air, faktor lingkungan dan dipadukan dengan penggunaan tenaga manusia dan ternak.

Hal ini sedikit demi sedikit berubah ke arah bentuk usaha pertanian yang mempunyai ciri-ciri seperti pada bidang usaha industri. Perubahan terjadi berkat semakin banyaknya produk-produk ilmu dan teknologi yang masuk ke dalam bidang usaha pertanian dan memberikan pengaruh pada sistim produksi bahan makanan dan pertanian di seluruh dunia.

Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini produksi hasil pertanian telah meningkat secara luar biasa, tetapi persediaan pangan yang bergizi bagi penduduk  dunia tidak pernah melebihi kebutuhan. Hal ini mendorong orang untuk memanfaatkan teknologi baru dalam program [[pemulian tanaman]] agar masalah pangan dan gizi yang timbul dapat diatasi.

[[Pertanian organik]] mengandalkan berbagai bahan alami dan menghindari masukan bahan sintetik, baik itu pupuk, herbisida, mapupun pestisida sintetik. Namun rendahnya produktivitas dan mudahnya hama penyakit menyerang pada pertanian organik membuat petani meradang.

Balai Penelitian [[Bioteknologi]] Perkebunan Indonesia (BPBPI), mengemukakan bahwa masalah tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan bioteknologi berbasis mikroba yang diambil dari sumber-sumber kekayaan hayati. Hal ini akan diharakan dapat dijadikan sebagai cara untuk meningkatkan [[kesuburan tanah]]. Sebagian besar mikroba tanah memiliki peranan yang menguntungkan bagi pertanian, a.l. berperan dalam menghancurkan limbah organik, recycling hara tanaman, fiksasi [[biologi]]s [[nitrogen]], pelarutan fosfat, merangsang pertumbuhan, biokontrol patogen, dan membantu penyerapan [[unsur hara]]. Bioteknologi berbasis mikroba dikembangkan dengan memanfaatkan peran-peran penting mikroba tersebut.

Kandungan [[bahan organik]] dan status hara tanah sebagai bagian dari [[kebutuhan mineral]] tanaman yang rendah merupakan salah atu masalah yang sering ditemui dalam penerapan pertanian organik. Biasanya petani mengatasinya dengan memberikan pupuk hijau atau pupuk kandang. Namun kedua jenis limbah organik tersebut tidak bisa langsung diberikan kepada tanaman dan harus dilakukan penghancuran/pengkomposan yang memakan waktu 6 hingga 12 bulan.

[[Proses pengomposan]] (dekomposisi) dapat dipercepat hingga beberapa minggu dengan menggunakan mikroba penghancur (dekomposer) yang berkemampuan tinggi. Saat ini di pasar telah banyak tersedia berbagai produk biodekomposer ([[Biodek]]) yang mempercepat proses pengomposan, seperti OrgaDec dan SuperDec. Kompos yang diproduksi dengan bantuan mikroba lignoselulolitik unggul yang tetap bertahan di dalam kompos dan berperan sebagai agensia hayati pengendali penyakit tanaman ini disebut kompos bioaktif.

Baca juga artikel terkait lainya, antara lain; [[Parmakultur]], [[Mikoriza Vesikular]], [[Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Pertumbuhan Tanaman]], [[Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Konduktivitas Stomata]], [[Rehabilitasi Lahan]], [[Rhizobakteria]], [[Permasalahan Pembuatan Kompos]], dan [[Teknologi Pembuatan Kompos]].

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools