Rambutan Indrapuri
Dari AcehPedia
Indrapuri merupakan suatu kecamatan di kabupaten Aceh Besar. Kecamatan ini diapit oleh dua kecamatan yang sebelumnya juga merupakan bagian dari Indrapuri yaitu Kuta Cot Glie dan Kuta Malaka. Selain disebut sebagai lumbung padi Aceh Besar dengan adanya kawasan persawahan Blang Jaroe, Indrapuri juga dikenal sebagai daerah penghasil rambutan.Rambutan Indrapuri terkenal dengan pohonnya yang tinggi dan rasanya yang khas, manis tapi agak asam di ujungnya. Pohon ini biasanya ditanam di kebun-kebun khusus yang di dalamnya hanya pohon rambutan dan langsat. Namun ada juga yang ditanam di halaman rumah, biasanya pohon yang dicangkok. Kebun-kebun tersebut kebanyakan terletak di suatu area khusus yang topografinya lebih rendah dari pemukiman penduduk. Daerah ini disebut “lhok” oleh masyarakat sekitarnya. Saat ujung-ujung batang mulai berbunga, si pemilik kebun dengan senang hati bolak-balik ke kebun, bahkan ada yang bermalam untuk menjaga putik-putik yang akan menghasilkan buah tersebut. Untuk melindungi buah-buah kecil yang mulai ranum dari gangguan binatang malam, pemilik kebun biasanya menghidupkan “panyot” atau lampu teplok pada batang-batang yang tinggi. Tujuannya untuk menakuti binatang yang ingin mengganggu buah-buah kecil. Namun tidak jarang lampu teplok tersebut membuat takut warga yang tidak mengetahui kebiasaan masyarakat Indrapuri. Karena dari jauh cahayanya terlihat seperti bola api bergelantungan di pohon-pohon dalam kegelapan.
Ketika musim panen tiba, rambutan yang sebelumnya bergelantungan di pohon-pohon dengan cepatnya berpindah tangan dari pemilik kebun ke “mugee”, semacam juragan yang merangkap penjual, juga berpindah tempat ke pinggir jalan Banda Aceh – Medan. Tempat para “mugee” dan petani yang beralih profesi menjadi pedagang musiman menjualnya. Saat-saat seperti inilah yang menunjukkan bahwa Indrapuri merupakan daerah penghasil rambutan. Karena di sepanjang jalan yang menghubungkan Banda Aceh dengan Medan sepanjang Indrapuri, terutama di kawasan yang terdapat banyak pohon asam hingga di namai “ulee bak mee”,akan terjejer buah-buah merah kecil dengan rambutnya yang khas, rambutan.
Sumber
