Standar Penulisan Huruf Aceh

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Padapenulisan huruf dalam Bahasa Aceh hanya berbeda pada huruf vokal, dikarenakan jumlah huruf vokal dalam Bahasa Aceh lebih banyak ketimbang dalam Bahasa Indoneia. Oleh karena itu, untuk melengkapi huruf vokal tersebut, maka dalam penulisan huruf Bahasa Aceh ada huruf yang digabungkan, misalnya eu dab oe sehingga pelafalannya berbeda dari huruf vokal biasa, juga ada huruf vokal yang dibubuhi tanda untuk membedakan pelafalan antara satu huruf dengan huruf lain, contohnya è, è, ö, dll. Penambahan tanda-tanda yang akan dijelaskan di bawahsangat menentukan pelafalan dan arti dari suatu kata dalam Bahasa Aceh.

Berikut penjelasan ringkasnya: Huruf vokal (a, i, u, e, o)

Pengucapan huruf vokal dasar a = pengucapannya seperti biasa, a

i = pengucapannya seperti biasa, i

u = pengucapannya seperti biasa, u

e = huruf vokal dasar ini pengucapannya seperti ‘e’ dalam kata “benak”, “beban”, “penasaran”, dll

o = huruf vokal dasar ini pengucapannya seperti ‘o’ dalam kata “orang”, “kotor”, “kompor”, dll


Turunan huruf vokal (a, i, u, e, o) dalam penulisan bahasa Aceh a = ‘a (tanda koma di atas), pengucapannya sengau seperti a dalam kata “maaf”

contoh kalimat: 'ap (suap), peu‘ap (menyuapi), meu'ah (maaf), dll

i = 'i (tanda koma di atas), pengucapannya sengau seperti i dalam kata “angin”

contoh: ca'ie (laba-laba), kh’ieng (busuk), dll

Catatan: jika huruf vokal turunan ini ('i) didahului oleh huruf dasar sengau (m, n, ng, ny), maka tanda koma di atas tersebut (') tidak perlu ditulis, contoh; mie (kucing), dll

u = 'u (pengucapannya sengau)

contoh: mu'ue (bajak sawah/ladang) e = é (tanda garis di atas menanjak), è (tanda garis di atas menurun), dan 'e (tanda koma di atas)

pengucapan: é = pengucapannya seperti ‘e’ dalam kata; “antre”, “re” (not musik), dll

è = pengucapannya seperti ‘e’ dalam kata; “edit”, “enak”, “paket”, “Aceh”, dll

'e = pengucapannya sengau

contoh é: ék (naik), éh (tidur), glé (ladang/gunung), peunténg (penting), dll

contoh è: pèng (uang), pèh (pukul/tumbuk), dll

contoh 'e: pa'e (tokek), meu‘en (main), dll

o = 'o (tanda koma di atas), ô (tanda tudung saji), dan ö (tanda titik dua di atas)

pengucapan: 'o = pengucapannya sengau seperti ‘o’ dalam kata; “on”

ô = pengucapannya seperti ‘o’ dalam kata; “Olo” (nama preman Medan), “Indonesia”, dll

ö = pengucapannya hampir sama seperti pengucapan huruf vokal dasar ‘e’, tetapi sebenarnya sangat berbeda, pengucapannya seperti dalam kata “mantöng” (masih/saja), “böh” (buang), artinya sama dengan pengucapan huruf vokal dasar ‘e’, tetapi diucapkan dengan rongga tenggorokan terbuka.

contoh 'o: ma'op (hantu/untuk menakuti anak-anak),

Catatan: jika huruf vokal turunan ini ('o) didahului oleh huruf dasar sengau (m, n, ng, ny), maka tanda koma di atas tersebut (') tidak perlu ditulis.

contoh ô: bôh (taruh), ôn (daun), dll

contoh ö: mantöng (masih), böh (buang), dll


Pada penulisan kata dalam Bahasa Aceh (Bahsa/Basa Acèh) juga digunakan tanda strep (-) untuk memudahkan pembacaan jika suatu kata yang suku katanya bertemu huruf vokal dengan huruf vokal. Contoh: Keu-eueng (pedas) Beu-ö (malas) dll



=== Catatan: Ada juga yang menambahkan tanda titik dua atas huruf e (ë) pada huruf mati, contohnya; Bireuën, papeuën, naleuëng, keu-euëng, dsb. Namun, yang ditetapkan Dinas Pendidikan tidak ada huruf ë. Perbedaannya hanya pada huruf mati tersebut, yang lainnya sama. Menurut penyusun sendiri; Anda boleh menambahkan huruf ë sebagai huruf mati, bisa juga tidak. ===

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools