Syamsuddin al-Sumatrani

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Nama lengkapnya Syamsuddin bin Muhammad al-Pasai al-Sumatrani, lahir di Pasai (sekarang Aceh Utara). Tahun kelahirannya tidak diketahui. Ia salah seorang ulama yang berpengaruh di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda sejak tahun 1607 M, atau setelah Hamzah Fansuri wafat. Pendidikan awal diperoleh di Pasai, khususnya dari ulama-ulama periode Kesultanan Pasai. Dan pada akhir abad 16 ia hijrah menimba ilmu ke Koetaradja, Aceh Darussalam. Sebagian sarjana berpendapat ia adalah murid Hamzah Fansuri di Kesultanan Aceh. Jabatan dan fungsi yang diemban sebagai Syaikhul Islam dan Qadhi Malik al-'Adil. Ia mampu menerapkan berbagai peraturan keagamaan dan pendidikan di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Beberapa karyanya :

  • Mir'atul Mukmin (Akhlak dan llmu Tasawuf),
  • Jauharul Haqaiq (Filsafat, Tauhid atau Ketuhanan),
  • Risalatul Baiyin Mulaladhatil Muwahhidin 'Ala Mulhid Fi Zikrillah (Filsafat, menolak paham ateisme),
  • Kitabul Harakah,(kumpulan risalah tentang ketauhidan)
  • Nurul Daqaiq (Kepercayaan dan Ketuhanan),
  • Mi'ratul Iman (Filsafat dan Keimanan)
  • Syarah Mir'atul Qulub (Akhlak dan Tasawuf),
  • Syar'ul Arifin (Ketuhanan),
  • Ushulat tahqiq (Ketuhanan),
  • Mir'atul Haqiqah (Hakikat dan Ma'rifat),
  • Kitabul Martabah (Filsafat dan Nilai-nilai Manusia),
  • Risalatul Wahhab (Ilmu Tauhid),
  • Mir'atul Muhaqiqin (Tarikat dan Tauhid),
  • Thanbihullah (Akhlak),
  • Syarah Ruba'i Hamzah Fansuri (Kitab Filsafat, menguraikan karya sastra Ruba'i Hamzah Fansuri)

Kedalaman ilmu dan wara' yang dimiliki oleh Syamsuddin al-Sumatrani membuat ia di ukira namanya dalam Naksh Bustan al-Salatin karangan Nuruddin al-Raniri, sebagai ulama yang termasyhur dan sangat mendalam tasawufnya. Ia meninggal pada malam Senin, 12 Rajab 1039 H (25 February 1630 M), sesuai dengan catatan dalam naskah tersebut.

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools