Teuku Muhammad Thajeb
Dari AcehPedia
Teuku Muhammad Thajeb adalah anak dari Teuku Tjhik Abubakar Sidik seorang uleebalang di Peureulak. Ia juga merupakan abang ipar dari Teuku Tjhik Djohan Alamsjah. Teuku Muhammad Thajeb kemudian menggantikan ayahnya sebagai uleebalang Peureulak, dan mulai terjun di panggung politik nasional Indonesia.
Ia menjadi anggota Volksraad Hindia Belanda yang terkemuka, dan terus berusaha dalam mewujudkan impian Indonesia Merdekanya. Akan tetapi Belanda tidak begitu menyukai impiannya dan mempersingkat masa jabatannya di Volksraad dari 4 tahun menjadi 2 tahun. Kemudian atas dasar hak istimewa Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Teuku Muhammad Thajeb diputuskan untuk menjalani hukum pengasingan ke Boven Digul.
Saat pengasingan akan dilaksanakan, Gubernur Belanda di Jawa Barat yang bersimpati terhadap Impian Indonesia Merdekanya membelanya dan keputusan hukum terhadap Teuku Muhammad Thajeb dirubah. Namun konsikuensi yang harus diterimanya adalah ia harus mengundurkan diri dari jabatannya baik selaku uleebalang Peureulak maupun anggota Volksraad Hindia Belanda.
Uleebalang ini akhirnya tidak diperkenankan kembali lagi ke negerinya, Peureulak –Aceh. Gubernur Jenderal Hindia Belanda menetapkan tempat kediamannya yang baru, Batavia (Betawi). Sampai akhir hayatnya Teuku Tjhik Muhammad Thajeb tak pernah lagi melihat tanah kelahirannya. Dan pada tahun 1954 patriot Republik Indonesia ini wafat, serta dimakamkan di pekuburan muslim Blok P- Kebayoran Baru.
