Teungku Ashaluddin

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Teungku Ashaluddin dilahirkan di Isaq, Aceh Tengah, tahun 1917. Pendidikan SR ditempuhnya pada tahun 1927. Kemudian belajar mengaji pada beberapa ulama, seperti Tgk M. Hasbi Ash Shiddeiqy, Ustad Saleh Syarif, dan lain-lain. Ketika belajar pada Tgk Hasbi lebih kurang satu tahun, Beliau harus menempuh perjalanan dari Takengon – Banda Aceh. Kemungkinan basar Tgk Ashaluddin belajar mendobi dari gurunya yang bernama Ustad Saleh Syarif, karena gurunya tersebut selain menjadi ulama juga seorang tukang dobi. Namun yang jelas sebagai putra Gayo yang lahir di Isaq (ibu kota Kerajaan Linge), Beliau sangat dekat dengan alam yang masih asri. Tak heran jika Beliau tertarik menapaki alam luas, penuh bukit dan pegunungan serta rumput yang hijau ditulis dalam bentuk karya sastra. Tulisan-tulisannya yang bernas dalam bentuk syair telah menempatkan Tgk Ashaluddin yang juga dikenal sebagai ulama dan pemimpin Panti Asuhan Budi Luhur di Takengon ini sebagai seorang penyair. Berbeda dengan penyair pendahulunya seperti Tgk Yahya dan Tgk Mudakela yang mengambil tema syair dari Alquran dan Hadits, Beliau menggunakan kata-kata mutiara. Salah satu alasan Beliau adalah bilah mengambil ayat Alquran takut kalau-kalau terpeleset. Menurut penyair yang hidup tiga jaman ini, sejumlah buku dan tulisannya telah hilang karena sering pindah dari satu kota ke kota yang lain. Ada juga yang hilang karena hanyut dibawa air bah. Berikut cuplikan salah satu puisi Ashaluddin masih dalam bahasa ibunya Gayo.

Karya Sastra

KALIMAH TUJUH

Gere ara lain tuhen

Melainkan Tuhen Allah

Nabi Muhammad i kirim Allah

Mah peraturen ku hamba Allah

Nabi Muhammad Rasulni Tuhen

Munyawahan suruh tegah

Suruh tegah isawahan Rasul

Kati enti murakul benar urum salah

Gelah tetap ingeti Tuhen

Enti lupen wan senang susah

Wan senang susah ingeti Tuhen

Oya baru imen i yakui syah

Mendepet nikmat i puji Tuhen

Gelah i ucepen ingeti Tuhen

Ke wanni belepe ingeti Tuhen

Mudah-mudahan mendepet luah

Oya bele kin pengujin

Si berimen suci i sone i erah

Nge kuwan bele baru i betih

Si berimen pedih depet teridah

Bier baring kune perputeren zaman

Iktiket ku Tuhen enti minah-minah

Kati depet ridho ni Tuhen

Gelah i bueten si benar perintah

Ridhoni Tuhen kul faedahe

Sa mendepete we jema mutuah

Akalimah tujuh leloni ate

Sa muningetie gere gelisah

Gere gangu gere macik

Gere usik gere gunah

Sumber

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools