Timphan

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari
TImphan
TImphan
Timphan adalah kue khas Aceh yang biasanya isinya kelapa dan srikaya, asoe kaya,dan dibungkus oleh daun pisang. Timphan sangat terkenal di Aceh serta menjadi kue yang wajib dihidangkan pada perayaan hari besar terutama pada Idul Adha dan Idul Fitri. Setiap rumah penduduk, dari yang kaya hingga miskin, dari masyarakat kota hingga desa, pasti menghidangkan kue yang satu ini. Fenomena yang menarik adalah hampir semua ibu-ibu atau wanita Aceh bisa membuatnya.Saking terkenalnya Timphan ini di Aceh, sehingga banyak ungkapan/pribahasa dengan kata Timphan diantaranya yaitu “Uroe goet buluen goet Timphan ma peugoet beumeuteme rasa” ( Hari baik bulan baik Timphan ibu buat harus dapat kurasakan). Saat ini, tidak hanya di Aceh, timphan juga sudah terkenal hingga ke luar Aceh. Banyak ditemukan timphan di restoran-restoran Aceh di pulau Jawa.

Thimpan adalah kue istimewa dalam kehidupan masyarakat Aceh, khususnya di Sigli, Kota Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, Bireun, dan lainnya setiap Hari Raya Idul Fitri atau lebaran.

Biasanya thimpan untuk lebaran dimasak pada malam terakhir puasa atau malam takbiran pertama oleh para ibu dibantu remaja puteri di daerah-daerah tersebut. Di luar lebaran, para ibu di sana kurang tertarik membuat thimpan sendiri. Mereka yang ingin makan kue itu biasanya membeli di toko-toko roti, kendati rasanya berbeda bila membuat sendiri.

Timphan merupakan kue dan hidangan khas Aceh pada acara-acara penting di dalam kebudayaan Aceh. Timphan sering dibuat khusus untuk hari lebaran, pesta pernikahan yang merupakan hidangan pembuka utama bagi tamu yang hadir pada khanduri dalam kebudaayn Aceh.

Harga sebungkus thimpan biasa berukuran kecil sekitar 5 cm standar di kampung-kampung Rp 1.000. Kalau thimpan srikaya, labu atau kelapa Rp 2.000 per bungkus. Sedangkan yang ukurannya lebih besar sekitar 7 cm Rp 2.500 per bungkus yang biasa dijual di toko roti atau pesanan khusus.

Bahan baku thimpan terdiri atas tepung ketan, pisang raja, gula, telur ayam kampung, kelapa, minyak goreng, dan pucuk daun pisang sebagai pembungkus. Kendati harga telur ayam kampung lebih mahal, para ibu di sana lebih memilih menggunakannya dibanding telur ayam buras. Karena rasanya jauh lebih enak.

Cara membuatnya pun tidak rumit, cuma butuh waktu cukup lama. Kalau membuatnya selepas shalat isya, maka thimpan baru masak mendekati subuh. Ada dua jenis thimpan yakni thimpan isi telur dan kelapa. Untuk membedakannya, daun pisang raja untuk membungkus thimpan telur warnanya agak hijau muda keputihan. Sedangkan untuk thimpan kelapa, daunnya lebih hijau atau kemerahan setelah kena uap.

Cara memasak thimpan secara tradisional menggunakan periuk tanah liat yang bagian tengahnya diberi sekat dengan lubang-lubang halus seperti saringan untuk menempatkan thimpan. Di bagian bawah periuk diisi air. Jadi thipan dikukus bukan direbus. Ini biasanya dilakukan para ibu di kampung-kampung. Sementara tukang masak di toko roti di kota menggunakan panci aluminin atau stainless steel untuk mengukus thipan hingga matang. Rasanya jela beda. Lebih enak thimpan yang dikukus dalam periuk.

Buat orang-orang kampung dan juga warga di Serambi Mekkah, thimpan menjadi kue spesial lebaran yang tetap dipertahankan meskipun bahan bakunya semakin mahal. Tanpa thimpan srikaya ataupun kelapa pada hari raya, lebaran terasa kurang lengkap meskipun sudah ada aneka penganan lain.

Thimpan yang biasanya ditempatkan di nampan lebar atau piring-piring ceper, menjadi kue utama untuk menjamu tamu lebaran. Bagi menantu, thimpan seolah menjadi hantaran wajib ke rumah mertua saat berlebaran. Bila sudah begini, rasanya tak berlebihan bila banyak orang yang bilang thimpan itu kue Aceh paling istimewa untuk lebaran.

Bahan-bahan dan caranya adalah sebagai berikut, pembuatan tergantung porsi, bahan-bahan di bawah untuk 15 porsi ( 1 porsi lebih kurang 114 kalori ) :

Daftar isi

Bahan

Pisang raja dihaluskan 250 gram

Tepung ketan 200 gr

Santan kental 2 sdm

Air kapur sirih 1 sdm

Garam1/4 sdt

Isi

Telur ayam 2 butir

Santan kental 50 ml

Gula pasir 100 GR

Nangka masak cincang kecil 25 gr

Tepung terigu ½ sdt

Daun pandan 1 lembar

Kelapa muda parut halus 50 gr

Vanilli ¼ sdt.

Cara Membuatnya

1. Campurkan semua bahan dasar dengan cara aduk tepung ketan dan pisang yang sudah dihaluskanserta masukkan santan,air kapur dan garam hingga tercampur rata,adonan ini digunakan untuk kulit.


2. Kocok telur dan gula hingga kental dengar mixer atau sejenisnya (sebelum ada mixer dulu ibu-ibu di Aceh ngeremas pake tangan) lalu masukkan tepung terigu dan santan kental, aduk hingga rata,tambahkan nangka masak yang sudah dicincang kecil-kecil dan kelapa muda parut halus lalu beri daun pandan, masak sampai kental,kemudian angkat beri vanilli lalu aduk rata lagi. Setelah matang dinginkan dan gunakan sebagai iosi timphan


3.Ambil daun pisang muda yang telah dipotong –potong sesuai untuk satu ukuran timphan olesi dengan minyak lalu tipiskan adonan kulit tadi diatas daun kemudian beri adonan isi terus digulung, dibungkus seperti gambar di atas, kukus hingga matang selama lebih kurang 10 menit.

sumber

sumber

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools