Ureueng Tuha

Dari AcehPedia

Langsung ke: navigasi, cari

Dalam bahasa Indonesia Ureueng Tuha berarti orang tua atau orang yang dituakan, sering juga disebut dengan "sesepuh atau tetua". Mereka merupakan orang yang berpengalaman, arif, sopan santun dan berpengetahuan tentang adat di gampong. Biasanya mereka sudah mencapai usia tertentu, namun bila orang yang muda usia memenuhi syarat tadi, ia juga dijadikan ureueng tuha dan dipandang sebagai salah seorang rekan yang memberikan bantuan yang mutlak diperlukan untuk keuchik dan teungku.

Jumlah anggota orang tua ini tidak ditentukan; mereka diangkat dan juga di tidak dipilih secara teratur, namun jika dikehendaki, dengan diam-diam diangkat oleh pendapat umum. Bila keuchik dan teungku berkumpul untuk membahas urusan gampong yang penting (biasanya juga termasuk urusan keluarga yang paling penting), mereka para tetua ikut juga hadir, baik diundang atau tidak.

Tidak ada orang yang berani berbicara tanpa wewenang, karena itu akan menjadikannya bahan olok-olok, bila seseorang sudah beberapa kali diundang untuk memberikan pendapatnya karena pengetahuaannya tentang adat, pengalaman atau kebijaksanaan, maka ia disebut dengan ureueng tuha dan pendapat selanjutnya akan diperhatikan.

Sumber

De Atjehers Jilid I, Dr. C. Snouck Hurgronje, E.J. Brill, Leiden, 1893.

Navigasi
Kategori Utama
AcehPedia
Komunitas Lokal
Kotak peralatan
Share Tools